Total Pengunjung

Bogor Reggae Community, Society , Friendship & Together

CIRI rambut gimbal, kaos oblong lusuh, celana jins belel, sepatu kets butut yang menjadi stereotip rastaman selama ini tampaknya tidak menjadi patokan lagi. Yang penting bisa menangkap soulnya reggae, tidak masalah kalau tidak gimbal. Mereka tetap asyik menikmati musik dari jamaica yang masuk ke Indonesia sejak 1970-an ini.
Terbentuk pada 24 November 2004, komunitas Reggae Bogor hadir dan menjadi warna tersendiri di belantika komunitas remaja di kota hujan. Bogor Reggae Community, lahir untuk memberikan wadah kepada kawan-kawan yang mempunyai band reggae dan yang menyukai musik reggae.
Meski sempat vakum selama dua tahun, komunitas ini telah memiliki 120 anggota. Bahkan, di dunia maya, jumlah pengikut komunitas ini mencapai 1.200 kawan di jejaring sosial, Facebook. “Karena dengan adanya komunitas reggae ini kita bisa terus menjalin tali silaturahmi,” ujar Qdoy R. Kumbara, salah satu dedengkot Bogor Reggae Community.
Diakuinya, komunitas Reggae yang digawanginya tersebut terus berusaha eksis ditengah banyaknya komuintas-komunitas lain yang terus bermunculan setiap saatnya. Banyak event yang digelar untuk membangkitkan semangat kawan-kawan reggae dapat dilihat dari antusiasnya rastaman bergoyang dan berdendang mengikuti alunan lagu yang dibawakan group band reggae papan atas.
Tidak peduli kasta, ras, golongan maupun jenis kelamin. Semua menikmati suasana damai, segala perbedaan tidak lagi berarti, luruh dalam kesatuan harmonisasi. Hanya satu yang membuat mereka lebur, yaitu ’rasa’. Rasa yang mengendap dalam jiwa masing-masing individu. Rasa untuk menikmati alunan irama musik reggae tanpa beban. (aim)***http://informasi-bogor.com/bogor-reggae-community-society-friendship-together/

0 komentar: